Monthly Archives: September 2017

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN PEMANTAPAN ADIWIYATA MAN 1 GRESIK MELAKSANAKAN WORKSHOP RPP DI TRAWAS MOJOKERTO

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN PEMANTAPAN ADIWIYATA

MAN 1 GRESIK MELAKSANAKAN WORKSHOP RPP DI TRAWAS MOJOKERTO

 

Gresik, 23 September 2017. Di awal tahun baru  Hijriyah yang bertepatan tanggal 3 s/d 4 Muharram 1439 H. MAN 1 Gresik melaksanakan pembinaan dan pendampingan  Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di MAN 1 Gresik, salah satu upaya adalah diadakannya workshop penyusunan RPP yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 September 2017 di Trawas Mojokerto dengan narasumber :

  1. Bapak Drs. Mujtahid (pengawas menengah KEMENAG Kab.Gresik) tentang penyusunan RPP kurikulum 2013. Diharapkan dengan RPP yang sesuai dengan PERMENDIKBUD No. 22 Tahun 2016 tersebut diharapkan proses pembelajaran di MAN 1 Gresik terselenggara secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik demi peningkatan kompetensi lulusan siswa MAN 1 Gresik.
  2. Bpk Drs. Yudo Siswanto M.Pd (Tim penilai Sekolah / Madrasah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur) sehubungan dengan MAN 1 Gresik terpilih sebagai salah satu lembaga yang mewakili sekolah adiwiyata tingkat nasional tahun 2017 maka perlu adanya pembinaan dari segi administrasi agar MAN 1 Gresik mampu menjadi madrasah adiwiyata tingkat nasional.

Disamping adanya kegiatan pembinaan tersebut para narasumber memberikan motivasi dan dukungan agar dalam penyelenggaraan workshop tersebut bisa diimplementasikan dengan baik sehingga apa yang di cita – cita kan di MAN 1 Gresik ini bisa tercapai dan mampu memberikan pembelajaran yang terbaik kepada putra putri bangsa ini.

JUARA 2 BUSINES PLAN OISEMA 2017 SMA/MA ISLAM se-JATIM DI UINSA

JUARA 2 BUSINES PLAN OISEMA 2017 SMA/MA ISLAM se-JATIM DI UINSA

 

Gresik, 09 September, Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA Surabaya telah menjadi saksi bisu perjuangan perwakilan MAN 1 Gresik dalam ajang BUSINESS PLAN OISEMA 2017 MA se-JATIM pada tanggal 09 September 2017. Kali ini MAN 1 Gresik mengirim 2 tim yang berasal dari anggota OSIS karena memang ini adalah ajang OSIS Entrepreneurship. Dan pastinya ajang ini dibuat untuk mencari calon-calon pebisnis masa depan. Satu hari penuh mereka harus berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi madrasah.

Berangkat pukul 6 pagi, mereka mempersiapkan diri untuk bersaing dengan tim dari madrasah lain. Sesampainya disana mereka mengikuti Technical Meeting dan pembukaan. Tim pertama dengan anggota Dhavina Ayunda P., A. Ziauddin S. (XI IPS 1) dan Sahlul Chamdi (XI MIPA 2) mendapat urutan ke-8 serta bertempat di ruang nomor 1 yang membawa produk batu bata dari sampah plastik. Sedangkan tim kedua dengan anggota Irfany Ardian M., Dina Fatimatuz Z., M. Faikhus Salmani (XII MIPA 5) mendapat urutan pertama di ruang 2 dan membawa produk NEBENG (nugget dari ikan bandeng dan tepung tapioka). Mereka pun berusaha menampilkan presentasi yang terbaik. Babak pertama telah selesai. Sembari menunggu pengumuman babak final, mereka melakukan ISHOMA.

Pengumuman babak final diumumkan pukul 14.00. Hanya 6 tim yang dapat lolos ke babak selanjutnya. Dan alhamdulillah tim kedua dari MAN 1 Gresik berhasil lolos ke babak selanjutnya. Itu berarti mereka harus berjuang kembali dengan audience yang lebih banyak dari sebelumnya. Mereka mendapat urutan ke lima untuk presentasi babak final. Do’a dan usaha tak pernah henti mereka lakukan. Akhirnya mereka dapat menyelesaikan babak final.

Sekitar pukul 17.00 pemenang lomba pun diumumkan. Alhamdulillan tim kedua MAN 1 Gresik dengan anggota Irfany, Dina, Faikhus berhasil meraih juara 2 dan mendapatkan trophy serta uang pembinaan. “Alhamdulillah, ternyata hasil tidak akan menghianati usaha”, ujar Faikhus Salmani. Dan untuk tim pertama dapat berjuang kembali dalam ajang OISEMA tahun depan.

MENGASAH KETERAMPILAN PENGOLAHAN HASIL PANEN DI BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) JAWA TIMUR

MENGASAH KETERAMPILAN PENGOLAHAN HASIL PANEN

DI BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP)  JAWA TIMUR

 

Hari ini, Malang, Rabu 06 sept 2017 siswa siswi MAN 1 Gresik mengadakan kegiatan Observasi Lapangan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  Jawa Timur yang terletak di Karang Ploso Malang.

Dalam kegaiatan tersebut siswa – siswi MAN 1 Gresik  dikenalkan dengan berbagai lab seperti lab Budi daya tanaman, lab pasca panen, lab hama penyakit, lab produksi sumber benih, lab jaringan kultur, Lab tanah dan Lab Agronomi.

Siswa siswi MAN 1 Gresik melakukan penelitian dan pengamatan disemua lab yang ada dilokasi tersebut.

Di lab budidaya tanaman siswa diperkenalkan dan praktek pembuatan jamur tiram, juga mengamati tahap pertumbuhan jagung padi, sayuran dan lain-lain.

Di lab Pasca Panen belajar tentang bagaimana cara Mengolah singkong menjadi mi singkong, jelly drink jagung manis, dan selai mangga.

Di lab tanah meneliti kesuburan tanah dengan melihat kadar air, pH dan jenis tanah, serta ditunjukkan berbagai macam jenis pupuk.

di Unit produksi benih merupakan salah satu sarana pendukung di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  Jawa Timur. Benih yg tersedia di unit ini adalah padi, jagung dan kedelai. Adapun benih pokok yg dikembangkan disini adalah padi dengan jenis impari sebanyak 43 jenis.

Serta dilab kultur jaringan melakukan riset dan pengenalan bagaimana cara pembiakkan kentang dengan pegambilan mata tunas yg disterilkan pd gelas kaca serta mampu menghasilkan biji kentang yg disebut G-0. G-0 tsb yg biasanya di pakai petani unt pembibitan karena memiliki Keunggulan diantaranya pertumbuhan bisa seragam, bebas dari hama. Akan tetapi memiliki kekurangan yakni harga yang cukup mahal. Setelah banyak hal yang dipelajari di BPTP jawa Timur siswa siswi melakukan pembelajaran dan pengamatan tentang hama penyakit dan cara pembuatan Kompos yang diantaranya Trichompos yg terbuat dr bokasih, trichodarma, dan propagule

“Dengan demikian siswa siswi MAN 1 Gresik diharapkan mampu memehami dan mempraktekan ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini untuk kelangsungan keilmuan dimasa yang akan datang”. Ujar Ibu Masfufah selaku Kepala MAN 1 Gresik